Tabung Cina Dicugai Diimpor Pemenang Tender
Jumat, 02 Nov 2007 17:23 WIB
Jakarta - Tabung gas impor asal Cina dicurigai dipesan oleh pemenang tender program konversi tabung."Ada kemungkinan salah satu pemenang tender yang memesannya dengan cara barang dikirim langsung ke pabrik (pemenang tender tersebut) lalu dikirim ke Pertamina seolah-oleh itu produksinya sendiri," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi ketika dihubungi detikFinance, Jumat (2/11/2007).Jika kecurigaan ini benar, menurut Tjiptadi, sulit melacak siapa pemenang tender yang mengimpor tabung tersebut. Meski demikian, Tjiptadi mengusulkan salah satu cara melacaknya adalah melihat inisial yang tertera pada pegangan tabung gas tersebut. "Pada hang guard tertulis tahun pembuatan, berat, yang biasanya ada logo Pertamina-nya. Disitulah tertulis inisial nama perusahaan pemenang tender,"ujarnya.Untuk memastikan hal itu Tjiptadi akan langsung mengecek fisik tabung gas impor Cina itu besok.Berdasarkan data dari Bea Cukai tabung elpiji berukuran 3 kg yang di impor dari Cina itu dibeli dengan harga yang cukup rendah US$ 4,93 atau Rp 44,800 dengan kurs 9.100 per dolar AS.Harga tersebut jauh lebih murah dibanding dengan harga yang harus dipesan Pertamina kepada industri lokal Rp 91 ribu.PT Global Pacific Eenergy mengimpor 2 kontainer tabung gas 3 kg dengan total nilai barang (CIF) US$ 36.205,92 atau Rp 329,4 juta.Polisi Turun TanganTjiptadi juga mengatakan pihak kepolisian sudah turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut."Pak Fahmi (Menperin) tampaknya marah sekali dengan adanya impor tabung tersebut dengan meminta KPK, Kejagung dan Kepolisian untuk mengusut ini. Mungkin untuk mem-follow up itu saya di telpon pihak dari Polda yang memintai keterangan saya apakah global itu merupakan anggota Asitab," ujarnya.Tjiptadi menegaskan Global Pacific bukan anggota Asitab.
(ard/ir)










































