Trump dan Xi Jinping Bakal Bertemu, Ini Bocoran yang Mau Dibahas

Trump dan Xi Jinping Bakal Bertemu, Ini Bocoran yang Mau Dibahas

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2026 21:02 WIB
Donald Trump berjabat tangan dengan Xi Jinping saat mereka bertemu untuk pembicaraan perdagangan. (Reuters: Evelyn Hockstein)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.Foto: Reuters/Evelyn Hockstein
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China pada 14-15 Mei 2026. Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping dalam rangka kelanjutan pertemuan tingkat tinggi kedua negara sebulan lalu.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan perang Iran akan menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut. Hal itu bisa mengurangi ruang lingkup untuk menyelesaikan persoalan seperti tarif dagang dan pasokan logam tanah jarang (rare earth).

Meski demikian, perusahaan-perusahaan asal China merasa tidak keberatan jika pertemuan itu bisa menyelesaikan masalah geopolitik besar bagi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berakhirnya perang Iran akan menjadi kelegaan besar bagi bisnis global. Itu akan dikenang sebagai keberhasilan besar," kata Hai Zhao, Direktur Studi Politik Internasional di Akademi Ilmu Sosial China, dikutip dari CNBC, Jumat (8/5/2026).

Sebelum kedatangan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga direncanakan akan berkunjung ke Beijing. Ini merupakan kunjungan pertamanya sejak perang dengan AS dimulai pada akhir Februari 2026 dan meningkatkan harapan akan kesepakatan perdamaian.

ADVERTISEMENT

Pada saat yang bersamaan, AS dan Iran kembali saling serang di Selat Hormuz hingga kapal tanker milik China ikut diserang. Masing-masing saling menyalahkan karena dianggap memulai serangan tersebut.

Meski demikian, beberapa kemajuan mungkin masih dapat dicapai. Trump diperkirakan akan mencapai kesepakatan tentang pembelian kedelai AS dan pesawat Boeing oleh China.

CEO Boeing dan Citigroup disebut-sebut termasuk di antaranya yang akan menemani Trump. Raksasa pesawat terbang AS tersebut diperkirakan akan menyelesaikan pesanan besar pertamanya dari China.

Sementara itu, fokus Beijing kemungkinan besar akan tertuju pada tarif, status Taiwan dan pembatasan AS terhadap akses China ke teknologi canggih.

"Pertemuan ini kemungkinan besar akan memperkuat keuntungan yang telah diperoleh China selama setahun terakhir," kata Scott Kennedy, penasihat senior dan ketua dewan pengawas dalam bisnis dan ekonomi China di Center for Strategic and International Studies yang berbasis di AS.

(aid/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads