Kebakaran di Penjaringan, Pemadaman Listrik Intai Jakarta
Sabtu, 03 Nov 2007 12:24 WIB
Jakarta -
Kebakaran yang terjadi di Rawabebek-Gedong Panjang Rt 02/RW 13, Penjaringan, Jakarta Utara telah menyebabkan gangguan pasokan listrik. Namun karena beban yang rendah selama akhir pekan, listrik di Jakarta aman untuk sementara.Menurut General Manager Penyaluran dan Pengatur Beban Jawa Bali PLN Muldjo Adji, kebakaran yang terjadi pada Jumat (2/11/2007) pukul 22.40 WIB itu telah mengakibatkan pasokan listrik melalui transmisi saluran udara tegangan tinggi SUTT 150 KV Ancol-Angke terputus"Karena tiang transmisi tower no D8 roboh akibat panas dari rumah yang terbakar di sekitar tower tesebut. Hal ini mengakibatkan daerah pelanggan yang dipasok dari GI Ketapang (51 MW) dan GI CSW (36 MW) padam," jelas Muldjo kepada detikFinance, Sabtu (3/11/2007). Menurut Muldjo, pemadaman ini berhasil dinyalakan kembali secara bertahap sekitar pukul 23.00 WIB, dengan pasokan listrik dari pembangkit di Muarakarang. Dengan pasokan darurat itu, lanjut Muldjo, maka kebutuhan listrik untuk akhir pekan yang biasanya rendah masih cukup."Namun pada Senin diperkirakan masih ada keterbatasan pasokan, walaupun kedua GI akan diusakanan dipasok melalui subsistem Marakarang-Gandul dan subsistem Cawang sehingga kemungkinan masih memerlukan pemadaman sebagian pelanggan di Jakarta," ujarnya. Muldjo menambahkan, perbaikan tower yang roboh diperkirakan memerlukan waktu sekitar 1 minggu. PLN akan berusaha mengoperasikan secara darurat satu sirkit SUTT 150 kv Ancol-Angke dengan mencoba menggunaman mobil crane. Langkah ini ditempuh karena di lokasi bekas kebakaran sangat sulit untuk dibangun tower darurat. "Apabila usaha ini berhasil, akan dapat meminimalkan kemungkinan adanya pemadaman," pungkas Muldjo sembari meminta partisipasi masyarakat untuk berhemat listrik.
(qom/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































