Industri Pengguna Bahan Bakar Non Minyak Harus Diberi Insentif
Sabtu, 03 Nov 2007 12:42 WIB
Jakarta -
Pemerintah perlu memberikan insentif bagi sektor industri-industri yang menggunakan bahan bakar non minyak guna mengurangi penggunaan minyak sebagai bahan bakar industri. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi INDEF Aviliani dalam diskusi yang diadakan di sebuah cafe di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (3/11/2007). "Kita tahu bahwa BBM industri akan dinaikkan karena industri tidak mendapatkan subsidi, tapi pemerintah perlu memberikan insentif bagi industri yang akan menggunakan mesin-mesin baru yang menggunakan bahan bakar non minyak," jelasnya. Dikatakan Aviliani, ektor industri pasti akan terkena dampak akan kenaikan harga minyak ini. Ongkos produksi naik, sementara daya beli turun."Jika minyak meningkat ongkos produksi meningkat, ini menyebabkan harga naik dan daya beli menurun akibatnya terjadi inflasi," ujarnya. Ia menambahkan, jika program konversi bahan bakar dilakukan, pemerintah harus menjaga agar harga gas tidak ikut naik sehingga industri dan masyarakat tidak tertekan. "Industri ini sektor penting karena menyerap tenaga kerja guna mengurangi kemiskinan, jadi jangan sampai ada industri yang berhenti karena kenaikan harga minyak, jadi memang industri tidak perlu subsidi tapi harus ada insentif bagi industri," jelasnya.
(dnl/qom)










































