Muhammad Yunus: Program Kemiskinan Bank Dunia Basi
Senin, 05 Nov 2007 09:41 WIB
Dhaka - Sejak dibentuk 60 tahun silam, Bank Dunia sama sekali tidak memperbarui program kemiskinannya. Tak heran, program-program kemiskinan Bank Dunia kini terasa basi.Kritikan itu disampaikan peraih Nobel perdamaian asal Bangladesh, Muhammad Yunus usai pertemuan dengan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick."Bank Dunia dibentuk hampir 60 tahun yang lalu. Dan sejak 60 tahun itu, dunia sudah banyak berubah, namun Bank Dunia sama sekali tidak mengubah gayanya," kritik Yunus seperti dikutip dari AFP, Senin (5/11/2007).Menurut Yunus, Bank Dunia sama sekali tidak melibatkan masyarakat untuk menghapus kemiskinan. Padahal bank tersebut diciptakan dengan tujuan untuk mengakhiri kemiskinan di berbagai belahan dunia."Saya telah mengatakan kepada Bank Dunia: Anda telah melupakan masyarakat. Jika Anda tidak dapat melibatkan masyarakat dalam pekerjaan Anda, maka kemiskinan tidak akan berkurang," ungkapnya. Dalam pertemuan dengan Zoellick selama dua hari itu, Yunus juga meminta Bank Dunia agar memberi kebebasan kepada kantor perwakilannya di daerah untuk menerapkan program-programnya. Yunus mengkritik, kantor perwakilan Bank Dunia hanyalah bertindak sebagai kantor pos semata."Mereka hanya menunggu perintah dari kantor pusat. Saya telah mengatakan kepada mereka agar bisa memberikan kebebasan atau membuatnya sebagai badan yang secara penuh bisa mengatur sendiri," tambahnya. Perintis Grameen Bank ini mendapat penghargaan Nobel pada Oktober tahun lalu. Yunus dianggap sukses menciptakan perdamaian melalui pengentasan kemiskinan di Bangladesh. Yunus merintis bank yang memberikan pinjaman kepada kaum miskin, terutama ibu-ibu.
(qom/ir)











































