Presiden SBY Minta Sektor Lingkungan dan Pertambangan Akur
Senin, 05 Nov 2007 21:03 WIB
Jakarta - Presiden SBY meminta sektor pertambangan dan sektor lingkungan berdamai. Caranya, industri pertambangan harus bisa menemukan teknologi yang bisa mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim.Hal tersebut disampaikannya dalam Gala Dinner International Investment Summit di JHCC, Senayan, Jakarta, Senin (5/11/2007)."Hubungan antara sektor energi dan lingkungan harus diselaraskan. Energi adalah kebutuhan bagi masyarakat, begitu juga lingkungan. Makanya, keduanya harus selaras," kata dia.Selama ini kedua sektor itu, lanjutnya, memang sering bertolak belakang karena kepentingan yang berbeda. Untuk menghasilkan energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, dibutuhkan proses eksplorasi. Proses eksplorasi sumber daya alam (SDA) ini, sering dinilai sebagai cara merusak alam.Belum lagi, lahan pertambangan yang sering tumpang tindih dengan kehutanan. Dengan hilangnya hutan-hutan, maka pemanasan global menjadi dampaknya. Apalagi, lanjut SBY, proses eksplorasi dan eksploitasi juga kerap menghasilkan limbah dan membuat polusi. Untuk itu, SBY meminta agar industri energi, menemukan teknologi yang bisa meredam dampak-dampak tersebut."Saya harap industri energi bisa memberikan kontribusi teknologi untuk mengurangi dan mengendalikan pemanasan global dan perubahan iklim. Pemerintah mendorong Anda semua untuk itu," harap SBY dihadapan para investor.Dalam acara tersebut beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu tampak hadir, seperti Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Dirut Pertamina Ari Sumarno, Dirut PLN Eddie Widiono dan beberapa investor asing.
(nwk/nvt)











































