Harga Minyak Indonesia Tahun 2007 Rata-rata US$ 72

Harga Minyak Indonesia Tahun 2007 Rata-rata US$ 72

- detikFinance
Selasa, 06 Nov 2007 11:26 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan harga minyak rata-rata dalam setahun akan mencapai US$ 72 per barel jika harga minyak mentah di pasar internasional tetap berada di atas US$ 90 per barel.Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani di sela-sela InternationalInvestment Summit Responding To the Energy Challanges di JHCC, Jakarta, Selasa (6/11/2007)."Tapi kalau rata-rata sampai bulan Oktober kemarin, selama 10 bulan itu rata-rata baru sekitar US$ 68 dolar. Kalau kita asumsikan harga tetap setinggi sekarang, rata-rata 1 tahun bisa mencapai US$ 72 dolar," ujarnya.Dari sisi penerimaan dan pengeluaran APBN tentunya mengalami pergerakan karena kenaikan harga itu, namun Menkeu mengaku belum bisa menghitung berapa angka pastinya."Kalau saya disuruh membuat perhitungan sekarang ya belum bisa, nanti saya lihat semuanya. Kalau ada angka ancar-ancar nanti saya lihat," ujarnya Meski subsidi BBM membengkak menjadi Rp 91 triliun, namun Sri Mulyani yakin subsidi akan dikompensasi dari penerimaan minyak dan gas yang juga naik, dengan demikian APBN-P 2007 menurut Sri Mulyani masih akan aman."Kalau APBN 2007 kita akan lihat dari pos lainnya, beberapa penerimaan seperti penerimaan migas karena harga minyak plus pengeluaran-pengeluaran yang ternyata tidak hanya subsidi naik, tapi juga ada pengeluaran yang lebih rendah dari yang direncanakan," ujarnya."Kita sudah lihat daftar belanja barang, belanja modal, belanja perjalanan dan lainnya. Nampaknya 2007 kira-kira walau subsidi bergerak cukup besar, tapi komponen lain bergerak mengoffsetnya jadi 2007 kayanya net," ujarnya. Menkeu juga menjelaskan asumsi makro dalam APBN-P 2007 bisa berubah akibat naiknya harga minyak. "Memang berubah," ujarnya. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads