Pasokan Premium Pribadi Bakal Dibatasi di APBN 2008

Pasokan Premium Pribadi Bakal Dibatasi di APBN 2008

- detikFinance
Selasa, 06 Nov 2007 11:26 WIB
Jakarta - Pembatasan premium untuk kendaraan pribadi akan dilakukan pada APBN 2008,jika lifting (produksi minyak) 1,034 juta barel per hari tidak terpenuhi."Kalau lifting-nya aman, nggak ada masalah, tapi kalau lifting-nya kurang, kita akan melakukan penghematan berupa pembatasan pasokan premium bersubsidi untuk kndaraan pribadi," kata Menneg PPN/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta.Hal itu diungakpkan Paskah disela-sela acara Seminar dan Dialog Pengawasan Peran Auditor dalam upaya pencegahan terjadinya akrobat anggaran di gedung Bappenas, Jalan Taman Surapati, Jakarta, Selasa (6/11/2007).Paskah mengatakan kalau harga minyak sudah mencapai angka psikologis US$ 100 per barel, akan dilakukan penghematan premium untuk kepentingan private, khususnya premium yang disusbdidi untuk kepentingan pribadi."Untuk kepentingan private itu sebaiknya menggunakan bahan bakar yang tak bersubsidi. Untuk transportasi umum tetap akan kami berikan. Itu langkah jangka pendek yang akan kami lakukan," kata Paskah.Untuk jangka menengah dan panjang, paskah mengatakan bahwa lifting minyak bisa disesuaikan dengan apa yang ada di APBN. Kalau terjadi kekurangan atas produksi, pemerintah akan melakukan diversifikasi ke batu bara, gas dan biofuel."Tapi itu kan memerlukan waktu, walaupun sekarang kita sudah siap. Itu untuk menutup kalau ada kekurangan lifting. Tapi untuk jangka pendek, kita akan membatasi pasokan premium bersubsidi untuk kendaraan pribadi," ujar Paskah.Mengenai subsidi BBM tahun 2008 yang akan ditingkatkan menjadi Rp 91 triliun, Paskah menyatakan bahwa hal Itu masih dalam pengkajian."Kalau program penghematan dan konversi energi tidak berjalan dengan baik. Dan kalau lifting tidak terpenuhi. Itu memang akan menambah subsidi yang begitu besar dan menambah beban APBN," jelas Paskah. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads