Indonesia Harus Mulai Ekspor Waralaba

Indonesia Harus Mulai Ekspor Waralaba

- detikFinance
Selasa, 06 Nov 2007 13:16 WIB
Jakarta - Pengusaha waralaba dan lisensi Indonesia (Wali) mengharapkan pemerintah bukan hanya berkosentrasi pada ekspor produk tradisional seperti tekstil, garmen dan minyak. Tapi juga mulai berpikir untuk ekspor waralaba, mengingat potensi produk makanan dan herbal Indonesia sangat diminati oleh mancanegara.Demikian dikatakan Ketua Umum Wali, Amir Karamoy saat konferensi pers rencana penyelenggaran 'Franchise and License Indonesia Expo 2007' di Gedung World Trade Center (WTC), Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (6/11/2007). Menurut Amir, sebelum krisis moneter, beberapa merek Indonesia sudah akan melakukan franchise karena banyak yang berminat.Namun setelah krisis moneter berkurang, rencana tersebut beralih ke joint venture maupun cabang perusahaan."Kita berharap suatu saat Ramayana dan Indomaret ada di luar negeri bukan hanya Sogo, KFC dan McDonald yang masuk kesini," ujar Amir.Menurutnya, yang masih bisa bersaing saat ini adalah produk makanan dan herbal seperti spa. Terkait pertumbuhan industri franchise, dengan adanya PP No 42 tahun 2007 tentang waralaba, menurut Amir itu semakin menyulitkan usaha kecil untuk mewaralabakan mereknya."Karena yang bisa memenuhi persyaratan waralaba dalam PP tersebut adalah perusahaan menengah ke atas," katanya.Pameran FranchiseSementara Senior Exhibition Manager PT Panorama Convex, Niekke W Budi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Wali untuk menyelenggarakan pameran pada 9-11 November 2007 di JCC pukul 10.00- 20.00 WIB. Pameran terbuka untuk umum dengan tiket masuk Rp 50 ribu. Pameran kali ini akan diikuti 180 peserta yang lebih banyak dibanding tahun lalu 120 peserta baik merek lokal maupun internasional.Sektor waralaba yang ikut pameran ini antara lain pendidikan, salon, apotik, food and beverage, laundry, fashion, tour and travel. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads