300 Distro Layak Dapat Pinjaman dari Bank
Selasa, 06 Nov 2007 13:49 WIB
Jakarta - Pertumbuhan industri distro dari tahun ke tahun semakin pesat. Dari 1.000 distro saat ini sebanyak 300 distro diantaranya layak mendapat kredit UKM dari perbankan."Untuk pengembangan industri distro diharapkan mereka menggunakan fasilitas kredit tanpa agunan yang maksimal peminjamannya Rp 500 juta," kata Dirjen Industri dan Menengah Depperin, Sakri Widhianto.Hal tersebut disampaikan Sakri saat membuka pameran Distro Clothing di Plaza Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/11/2007).Menurut Sakri, 300 distro yang layak mendapat pinjaman dari bank merupakan produsen. Sedangkan distro yang lain hanya membuat gerai.Sakri berharap produsen distro menggunakan fasilitas keringanan kredit tanpa agunan yang kini gencar digalakkan pemerintah.Pertumbuhan distro tahun ini yang mencapai 1.000 distro terbilang cepat karena tahun lalu jumlahnya masih 800 gerai distro. Penyebaran pun sudah mencapai Papua dan Ternate.Dia juga berharap produsen distro mendaftar karyanya ke Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI) karena sudah mulai terjadi pengusaha besar mencuri ide kreasi dari distro.Sakri menambahkan omset distro pada lebaran kemarin mencapai angka Rp 300 miliar. Dengan begitu distro bisa menjadi salah satu penyokong APBD di daerahnya masing-masing. Produk-produk distro Indoensia menurut Sakri kini sudah banyak digunakan di luar negeri. Cuma masalahnya penjualan pakaian distro itu bukan dalam bentuk ekspor, melainkan pengusaha asing yang datang ke Indonesia dengan membeli dalam partai besar dan dijual ke luar negeri.Untuk menembus pasar ekspor, Depperin akan mengajak pelaku distro untuk menggelar pameran di Polandia.Sementara pameran distro yang kini sedang berlangsung akan digelar 6-10 November 2007 dari pukul 10.00-17.00 WIB. Pameran ini terbuka untuk umum dan diikuti 52 peserta dari distro seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Makassar dan Yogyakarta.
(ir/ddn)











































