RI-Belarus Sepakati Komitmen Bisnis Rp 7 T

RI-Belarus Sepakati Komitmen Bisnis Rp 7 T

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 16 Mei 2026 19:14 WIB
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) triwulan-1 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mampu tumbuh 5,61% secara tahu
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Indonesia dan Belarus sepakat memperkuat komitmen bersama guna meningkatkan kerja sama ekonomi. Hal itu dilakukan melalui penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi, serta penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) Antar Pelaku Usaha.

Agreed Minutes SKB ke-8 Indonesia-Belarus ditandatangani Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich. Penandatanganan ini menjadi penanda kesepahaman kedua negara untuk memperkuat implementasi kerja sama ekonomi yang telah dibahas dalam rangkaian SKB ke-8, sekaligus memastikan seluruh agenda kerja sama dapat ditindaklanjuti secara lebih sistematis, terarah dan berorientasi pada hasil nyata.

"Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan SKB ke-8 Indonesia-Belarus telah membahas berbagai bidang kerja sama yang mencakup perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, serta pariwisata.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan tersebut, Airlangga menekankan bahwa Agreed Minutes ini dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pelaksanaan atas kesepahaman dan mewujudkan menjadi proyek kerja sama yang dapat diimplementasikan.

Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Belarus Karankevich menyampaikan komitmen negaranya untuk terus memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya pada sektor industri, pertanian dan teknologi, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara.

Pada kesempatan yang sama, turut pula ditandatangani 5 MoU antar pelaku usaha dari Indonesia dan Belarus dengan total nilai mencapai Rp 7 triliun. MoU tersebut antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin, MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt, MoU antara Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite, serta MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade.

MoU Rp 7 T

PT Indonesia Belarus Jaya, perusahaan di bawah naungan Jaya Group, menandatangani nota kesepahaman bisnis (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sejumlah perusahaan asal Belarus senilai Rp 7 triliun. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Belarus sekaligus membuka pasar yang lebih kompetitif bagi kedua negara.

CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menegaskan, pembentukan PT Indonesia Belarus Jaya merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung hubungan bilateral Indonesia-Belarus melalui langkah konkret di sektor perdagangan dan industri.

"PT Indonesia Belarus Jaya adalah perusahaan yang dibentuk di bawah naungan Jaya Group. Fokus dan concern kami adalah men-support dan melakukan action nyata untuk mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus," ujar Tomy Suhartanto dalam keterangan terpisah.

Menurut Tomy, kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing.

"Concern kami dalam kerja sama ini adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada di kedua negara. Indonesia memiliki komoditas seperti kakao dan kelapa sawit, sementara produk-produk Belarus yang dapat diserap dan dimanfaatkan di Indonesia antara lain susu, kabel dan kawat, serta pupuk," katanya.

PT Indonesia Belarus Jaya menandatangani MoU dengan sejumlah perusahaan Belarus, yakni OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade. Tomy menegaskan, penandatanganan kerja sama bisnis tersebut bukan hanya untuk kepentingan bisnis semata, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan ekonomi internasional Indonesia.

"Tujuan kami menandatangani MoU ini selain untuk men-support pemerintah, juga untuk memberikan daya saing yang kompetitif bagi market Indonesia," ujarnya.

Tomy optimistis hubungan ekonomi Indonesia-Belarus akan terus bertumbuh ke depan. Menurutnya, fondasi hubungan kedua negara telah dibangun sejak era presiden Abdurrahman Wahid dan memiliki peluang besar untuk berkembang lebih optimal pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Halaman 2 dari 2
(aid/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads