Pertamina Tak Konsisten Soal Impor Tabung Elpiji
Selasa, 06 Nov 2007 16:51 WIB
Jakarta -
Pertamina tak konsisten soal impor tabung elpiji untuk program konversi. Sehari bilang mau impor, sehari diralat. Dan kali ini, Dirut Pertamina Ari Soemarno kembali menyatakan ketegasannya untuk tetap mengimpor tabung elpiji untuk program konversi. Menurut Dirut Pertamina Ari Soemarno menjelaskannya disela-sela International Investment Summit di JHCC, Jakarta, Selasa (6/11/2007), rencana impor bahkan sudah ditetapkan sebelum ada instruksi percepatan. Seperti diketahui, Wapres Jusuf Kalla beberapa waktu lalu menginstruksikan agar program konversi minyak tanah dipercepat. Hal itu ditujukan untuk mengurangi subsidi akibat melonjaknya harga minyak mentah dunia. Menurutnya, tanpa ada percepatan program konversi, industri tabung dalam negeri memang sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan jumlah tabung. Makanya harus impor. Apalagi dengan adanya percepatan, maka jumlah tabung yang harus diimpor makin banyak. "Kalau mau tetap sesuai jadwal kita, kita harus impor untuk menutupi kekurangan (tabung) ini. Apa yang tidak dapat diproduksi produsen dalam negeri. Produsennya sendiri mengakui tidak bisa. Kemudian pemerintah juga menyatakan program ini harus dipercepat. Dengan adanya keterlambatan tadi, berarti kita minta tambahan jumlah yang diimpor kan," urainya.Ari menjelaskan, sebenarnya industri tabung dalam negeri mampu membuat tabung dengan kualitas yang bagus. Hanya saja kapasitas produksi mereka tidak mumpuni. "Tahun ini, jumlah yang harus dipenuhi produsen tidak dapat dipenuhi. Sedangkan tahun depan sampai 2010 juga sudah penuh, kapasitas full. Jadi kalau tahun ini tidak bisa dipenuhi, tidak bisa dimaksukan ke tahun depan karena tahun depan penuh juga," lanjutnya. Jika terpaksa menunggu sampai kapasitas industri dalam negeri mencukupi, maka konsekuensinya percepatan program koversi harus mundur. "Berarti harus digeser, berarti programnya mundur. Kalau mau tetap sesuai jadwal kita, kita harus impor untuk nutupin ini," katanya. Ia menambahkan, pemerintah sudah memberikan izin untuk impor tersebut, termasuk dari Menteri Perindustrian yang selama ini menolak impor tabung. "Pemerintah sudah izinkan kita mengimpor. Sebagai penanggung jawab program, Menteri ESDM. Kalau pak Menperin, dalam rapat kemarin bilang utamakan dalam negeri tapi kalau tidak bisa ya impor. Jadi kita punya wewenang untuk impor," jelasnya. Ketika wartawan menegaskan rencana impor, Ari pun menegaskan, "Tetep akan impor! Kalau tidak impor tidak bisa sesuai jadwal bahkan tidak bisa dipercepat. Kalau harus dipercepat, impornya makin banyak".Padahal sebelumnya Pertamina menyatakan tidak akan impor dan memberi kelonggaran bagi industri dalam negeri sampai Februari. "Kita lihat saja sampai Februari dia bisa atau tidak. Kalau tidak bisa kan saya penuhi. Kan dia bisa itung, pasti dia bilang bisa, tapi nanti yang 2008 mundur. Sama aja dong," tandasnya.
(lih/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































