Kompor Gas dan Tabung Elpiji China Tak Boleh Beredar
Rabu, 07 Nov 2007 12:38 WIB
Jakarta -
Ribuan tabung elpiji 3 kg dan 27 kontainer kompor gas 1 tungku dari China sudah berada di pelabuhan Tanjung Priok. Tabung dan kompor itu diminta tidak beredar dulu di pasaran hingga masalahnya jelas.Permintaan itu disampaikan Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali usai melaporkan harta kekayaannya di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/11/2007)."Barang-barang yang sudah masuk pelabuhan itu tidak boleh keluar dan beredar di pasaran," tegas Suryadharma.Ia juga meminta kedatangan tabung dan kompor yang diduga terkait program konversi minyak tanah itu diusut tuntas. Namun Suryadharma menolak menunjuk siapa yang terlibat dalam permainan impor tersebut."Kalau yang itu diusut saja. Pasti ada yang memanfaatkan peluang. Saya tidak berani menunjuk, diusut saja," imbuhnya.Ia kembali menjelaskan, sebenarnya pemerintah pernah mempertimbangkan untuk mengimpor tabung dan kompor guna program konversi itu. Namun akhirnya diputuskan untuk dipenuhi dari industri dalam negeri."Walau impor lebih murah, kita ingin menghidupkan industri dalam negeri karena ada penyerapan tenaga kerja dan pendapatan dalam negeri yang akan meningkat," ujarnya. Secara teknologi dan bahan baku, kata Suryadharma, sebenarnya tidak ada masalah. Namun memang dari segi kecepatan ada masalah.
(qom/ddn)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































