Timah Melonjak, RI Bisa Rugi
Rabu, 07 Nov 2007 12:53 WIB
Jakarta - Pemerintah menilai harga timah saat ini, sebesar US$ 17.000 per ton sudah mulai kemahalan. Harga timah yang wajar untuk saat ini hanya US$ 15.000 per ton.Menurut Dirjen Minerbapabum Departemen ESDM, Simon Sembiring jika harga timah terlalu tinggi, justru bisa membahayakan bagi Indonesia. Karena tingginya harga timah akan mendorong negara-negara lain untuk memproduksi timah juga. "Kalau tinggi, (tambang) Kongo dibuka, Selandia Baru dibuka, nanti banjir (timah) lagi. 15 ribu sudah bagus. Jangan terlalu tinggi lagi. Jangan terlalu lama di 17 ribu," katanya disela-sela International Investment Summit, JHCC, Jakarta, Rabu (7/11/2007).Harga timah di London pada perdagangan kemarin mencatat rekor tertingginya sejak tahun 1989 di US$ 17.075 per ton. Sejak awal November, harga komoditas itu telah melonjak hingga 3,5% seiring turunnya cadangan Timah. Dengan banyak negara yang ikut memproduksi timah, maka Indonesia tidak bisa lagi menjadi pengatur harga. Makanya, produksi timah tahun depan akan ditahan di level 90.000-100.000 ton per tahun, untuk menjaga harga di level US$ 15.000 per tahun. Ia menjelaskan, dengan naiknya harga, maka timah kadar rendah sekalipun menjadi ekonomis.
(lih/qom)











































