Pemerintah Tarik Utang Rp 305 Triliun hingga April

Pemerintah Tarik Utang Rp 305 Triliun hingga April

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2026 21:21 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapk
Ilustrasi.Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi penarikan utang untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp 305,5 triliun per April 2026.

Jumlah itu sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 305,9 triliun.

Purbaya mengatakan jumlah penarikan utang itu masih sesuai rencana. Jumlahnya setara 36,7% dari target sepanjang tahun ini yang sebesar Rp 832,21 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sesuai dengan rencana. Jadi pembiayaan terjaga dan terukur saya pikir," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, di Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026).

Dari total pembiayaan utang yang diserap itu, pemerintah memakai sekitar Rp 7 triliun dalam bentuk pembiayaan non utang. Nilainya setara 4,9% dari target pembiayaan non utang yang keluar sepanjang tahun ini Rp 143,1 triliun.

ADVERTISEMENT

Dengan catatan itu, Purbaya secara keseluruhan telah merealisasikan pembiayaan anggaran sebesar Rp 298,5 triliun hingga akhir April 2026. Jumlah itu berasal dari hasil penarikan utang baru dikurangi dengan pembiayaan non utang.

Realisasi pembiayaan anggaran untuk menambal defisit APBN itu sudah mencapai 43,3% dari target Rp 689,1 triliun. Jumlah itu sedikit lebih tinggi dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp 281,2 triliun.

"Karena kita cukup kredibel, kita tidak ada kesulitan untuk menerbitkan surat utang. Kita akan jaga terus kredibilitas APBN kita," ucap Purbaya.

(rea/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads