Tower Penjaringan Roboh
PLN Batalkan Pemadaman Bergilir
Rabu, 07 Nov 2007 16:35 WIB
Jakarta - PLN akhirnya membatalkan pemadaman bergilir akibat ambruknya tower listrik di Penjaringan. Penghematan konsumsi listrik berhasil mengurangi beban listrik hingga 130-200MW. "Karena respons positif konsumen untuk menhemat listrik pada saat tower rubuh, sehingga pemadaman bisa dihindari," kata Dirut PLN Eddie Widiono dalam jumpa pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (7/11/2007).Seperti diketahui, gangguan listrik terjadi akibat kebakaran di Rawabebek-Gedong Panjang Rt 02/RW 13, Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat (2/11/2007) pekan lalu. Kebakaran itu telah mengakibatkan pasokan listrik melalui transmisi saluran udara tegangan tinggi SUTT 150 KV Ancol-Angke terputusTiang transmisi tower no D8 roboh akibat panas dari rumah-rumah yang terbakar di sekitar tower tersebut, yang mengakibatkan daerah pelanggan yang dipasok dari GI Ketapang (51 MW) dan GI CSW (36 MW) padam. Eddie Widiono mengeluhkan padatnya perumahan yang berada di sekitar tower. Kondisi seperti itu sebenarnya sangat berbahaya bagi keamanan tower dan masyarakat sendiri. Bahkan padatnya pemukiman itu juga tidak memungkinkan PLN membangun tower darurat. "Kejadian ini perlu diwaspadi kedepan. Bahwa dibawah saluran transmisi umumnya kalau ada di tempat padat, harusnya ada bangunan untuk tower. Ini untung crane bisa masuk. Kalau tidak, tidak ada cara lain selain pemadaman," kata Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnel Ibrahim. Akhirnya, PLN menggunakan crain untuk mengganti sementara tower yang rubuh. Menurut PLN, teknik ini merupakan yang pertama kali dilakukan di dunia.
(lih/qom)











































