Harga Minyak Jauhi US$ 100
Kamis, 08 Nov 2007 10:36 WIB
Singapura - Harga minyak mentah balik arah ke level US$ 95 per barel, setelah sempat menyentuh rekor tertingginya di US$ 98 per barel Selasa (6/11/2007).Di pasar Singapura, Kamis (8/11/2007), kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Desember diperdagangkan pada US$ 95,32 per barel. Sementara minyak jenis Brent North Sea untuk pengiriman Desember juga turun US$ 97 sen menjadi US$ 92,27 per barel.Penurunan cadangan minyak mentah AS yang tidak sebesar yang diharapkan membuat harga minyak turun. Data yang dikeluarkan Departemen Energi AS menyebutkan stok minyak negara ini hanya turun 800 ribu barel. Padahal para analis memperkirakan cadangan minyak negara konsumen energi terbesar itu turun sampai 1,8 juta barel.Data tersebut dinanti-nantikan banyak pihak karena AS dipastikan akan membutuhkan tambahan minyak yang sangat besar untuk menghadapi musim dingin.Meski turun dari rekornya US$ 98,62 per barel, harga minyak masih diprediksi akan menembus US$ 100 per barel menyusul ketatnya pasokan dan permintaan dunia.Apalagi pelemahan dolar terhadap euro dan mata uang lainnya ikut mendorong investor membelanjakan uangnya di komoditi seperti minyak."Masih banyak momentum potensial yang bisa mendorong harga minyak melampaui US$ 100. Apalagi dolar akan terus melemah," kata analis komoditi ANZ Bank Australia Mark Pervan yang dikutip AFP, Kamis (8/11/2007).
(lih/qom)











































