Redam Dampak Harga Minyak, Izin Usaha Harus Dipermudah
Kamis, 08 Nov 2007 12:36 WIB
Jakarta - Industri manufaktur jadi korban paling parah kena dampak lonjakan harga minyak dunia. Kalangan pengusaha meminta pemerintah membantu menurunkan biaya produksi dengan memberi keringanan perizinan. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi keringanan tersebut bisa menyeimbangkan tekanan harga minyak yang dialami industri manufaktur Indonesia."Keringanan biaya itu bisa berupa percepatan izin-izin, itu kan menambah cost karena mengurusnya saat ini lama," ujar Sofyan di Gedung BEJ, Kamis (8/11/2007).Hal yang sama juga diminta terhadap pemerintah daerah. Menurut Sofyan, pemerintah daerah perlu menghapus pungli-pungli yang banyak menambah beban bagi sektor manufaktur. Rencananya, anggota Apindo akan menaikkan harga jual barang-barangnya antara 5-10% untuk menyesuaikan kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendongkrak harga produksi. "Karena kenaikan harga minyak berdampak ke banyak hal sampai logistik dan transportasi naik. Jadi kami juga harus menyesuaikan," tambahnya.Sofyan mengaku tidak bisa memrediksi sampai kapan harga minyak akan memberi tekanan pada sektor manufaktur Indonesia."Kita tidak bisa memrediksi karena harga minyak saat ini juga dipengaruhi oleh faktor politik. Yang kami harapkan adalah bantuan pemerintah untuk meringankan hal-hal tersebut," pungkasnya.
(qom/ddn)











































