Produsen Tabung Elpiji Lokal Juga Mengincar Impor

Produsen Tabung Elpiji Lokal Juga Mengincar Impor

- detikFinance
Jumat, 09 Nov 2007 10:38 WIB
Jakarta - Setelah pemerintah membuka izin impor, kalangan pengusaha tabung elpiji lokal pun mulai bertanya-tanya. Bolehkah mereka mengimpor tabung elpiji seperti halnya Pertamina?Karena diakui, mengimpor tabung yang sudah jadi lebih murah dan mudah ketimbang memroduksi sendiri. "Kalau Pertamina boleh impor tabung, apa produsen juga boleh impor? Karena sebenarnya enakkan impor," kata Ketua Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi ketika dihubungi detikFinance, Jumat (9/11/2007). Ia mengaku, harga tabung di luar negeri seperti di China lebih murah. Jika harga tabung dalam negeri sekitar Rp 75.000 tanpa katup. Sedangkan di China sekitar US$ 6 atau Rp 54.000. Selain itu, produsen tabung elpiji lokal juga tidak perlu repot-repot memikirkan masalah pegawai. Namun, jika semua kebutuhan tabung diimpor, maka ribuan pegawai pabrik akan terlantar. Efek domino perekonomian pun tersendat akibat tidak ada aktivitas ekonomi. Ketika negara ini akhirnya bersandar pada impor.Seperti diketahui, pemerintah akhirnya menyetujui impor tabung elpiji yang akan dilakukan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan program konversi minyak tanah ke elpiji.Program konversi 2007 menargetkan membagikan 10 juta tabung untuk 6 juta kepala keluarga. Enam juta akan dibagikan gratis, sisanya disediakan untuk tabung rolling. Namun yang mampu disediakan industri dalam negeri hanya 5,8 juta tabung. Sehingga masih kurang 4,2 juta tabung, yang akan dipenuhi dari impor. Sejauh ini, ribuan tabung elpiji dari China sudah hadir di pelabuhan Tanjung Priok. Namun tabung milik PT Global Pacific Enery (GPE) itu masih belum jelas peruntukannya. Pertamina sendiri sudah mengincar tabung elpiji mili GPE itu, meski akan tetap melanjutkan proses hukum karena namanya dicatut dalam tabung elpiji 3 kg itu. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads