Harga Minyak Bisa Ditolerir

Harga Minyak Bisa Ditolerir

- detikFinance
Jumat, 09 Nov 2007 10:58 WIB
Jakarta - Meski harga minyak dunia hampir menyentuh US$ 100 per barel, namun tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi makroekonomi dunia.Demikian seperti dilaporkan Dana Moneter Internasional (IMF) dalam situs resminya, Jumat (9/11/2007).Harga minyak akan meningkatkan inflasi pada bulan mendatang, tapi pengaruhnya sedikit. Di AS, efek langsung kenaikan harga minyak terhadap inflasi pada akhir tahun sebesar 0,1 persen."Secara keseluruhan, dampaknya masih bisa dikelola, karena kebijakan moneter uyang diambil sudah mengamankan ekspektasi inflasi," ujar analis IMF dalam laporan itu.Kenaikan harga minyak akan memberikan tantangan lebih di negara berkembang dan pasar emerging market, apalagi di negara berpendapatan rendah yang merupakan pengimpor minyak.Dampak harga minyak terhadap ekonomi global terbatas. Pelemahan dolar ternyata telah mengurangi tekanan di negara konsumen minyak. Karena pengeluaran dolar untuk membeli minyak menjadi sedikit.Faktor kedua, kenaikan harga minyak terjadi karena adanya permintaan yang berlebih ketimbang karena minimnya cadangan minyak.Ketiga, bila dibandingkan dengan kenaikan harga minyak pada tahun 1970, ekonomi dunia saat ini tidak terlalu rakus terhadap minyak, tidak seperti pada tahun 1997.Keempat, di AS konsumsi minyak jenis bensin mengalami penurunan pada periode September-Oktober. Hal ini jelas menjaga harga bensin ritel tetap rendah.IMF mengakui kenaikan harga minyak akan memperlambat ekonomi global, kenaikan harga minyak akan meningkatkan biaya produksi dan menaikkan inflasi. Dengan demikian bank sentral akan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga akan memperlambat ekonomi dalam jangka pendek.Harga minyak pada November 2007 mengalami kenaikan yang cukup drastis, dimulai pada tanggal 2 November, harga minyak mulai mencapai rekor tinggi US$ 91 per barel, pada tanggal 6 November harga minyak sempat menyentuh level US$ 97 per barel.IMF sendiri memprediksi harga minyak jenis Brent akan mencapai US$ 100 pada tahun 2008. Peluangnya 1 berbanding 4.Harga minyak tinggi dipacu oleh situasi geopolitik di perbatasan Irak dan Turki, kekhawatiran mengenai situasi politik di Iran, dan cuaca buruk di Teluk Meksiki.Ketatnya kondisi pasar minyak juga berperan dalam meningkatnya harga minyak, pelemahan dolar AS juga menjadi salah satu pemicunya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads