Prediksi PDB 2008 Stanchart Lebih Rendah dari Target APBN
Sabtu, 10 Nov 2007 12:47 WIB
Jakarta - Standard Chartered Bank (SCB) memprediksi pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) tahun 2008 hanya 6,3%. Angka ini jauh lebih rendah dari target PDB dalam APBN 2008 sebesar 6,8%."Setelah terpengaruh oleh dampak peningkatan tajam harga minyak dan tingkat suku bunga di tahun 2005, ekonomi Indonesia berangsur pulih dan perkembangannya cenderung meningkat dari 5,5% di tahun 2006 menjadi 6,1% di tahun 2007 dan 6,3% di tahun 2008," kata Ekonom SCB, Fauzi Ichsan, Sabtu (10/11/2007).Angka PDB SCB ini sudah memperhitungkan prediksi adanya perlambatan ekonomi global di 2008.Menurut Ichsan, tingginya harga minyak dunia merupakan ancaman bagi pertumbuhan. "Tetapi kami memperkirakan harga minyak akan turun di 2008 seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global," tutur Ichsan.Sementara menjelang Pemilu 2009, Ichsan melihat adanya prospek pertumbuhan ekonomi. Ini karena pemerintah akan meningkatkan belanja untuk infrastruktur, mempercepat program infrastruktur.Angka pertumbuhan ekonomi 2008 dalam APBN sebesar 6,8% menurut Bank Indonesia (BI) adalah angka yang paling optimistis. BI sendiri untuk tahun 2008 lebih memilih target yang aman di kisaran 6,2-6,8 persen.Dalam APBN 2008, pertumbuhan ekonomi yang sebesar 6,8 persen memakai asumsi inflasi sebesar 6 persen, defisit anggaran 1,7 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp 9.100, bunga SBI 3 bulan 7,5 persen dan harga minyak US$ 60 per barel. Produksi minyak 1,034 juta barel per hari.
(ir/ir)











































