Laporan Dari Kuala Lumpur
Produk RI Digelar di Malaysia
Minggu, 11 Nov 2007 11:19 WIB
Kuala Lumpur - Untuk pertama kalinya Indonesia menggelar pameran tunggal produk ekspor dan pariwisata di Malaysia. Selain sebagai ajang jualan, pameran yang bertajuk Trend Indonesia 2007 itu juga sebagai pembuktian Indonesia memiliki tenaga kerja yang terampil dan produk yang berkualitas.Menurut Kepala Pusat Pengembangan Pasar Wilayah Asia, Austalia dan New Zealand Lili Suliani Haryati banyak produk asal Indonesia yang digunakan di Malaysia namun tidak di kenal sebagai produk Indonesia. Hal ini karena masuknya produk tersebut ke Malaysia dilakukan melalui perantara (trader). "Rata-rata produk mereka sampai di Malaysia bukan dengan ekpor tapi dibawa trader dengan cara membeli produk dalam partai besar lalu dijual kembali di Malaysia, antara lain mebel, batik dan busana muslim," ungkapnya disela-sela pembukaan Trend Indonesia di Kuala Lumpur Convention Center, Sabtu (10/11/2007) sore.Sehingga melalui pameran ini, para pengusaha diharapkan bisa menggaet pembeli lokal sehingga kedepannya pengusaha Indonesia tidak memerlukan perantara untuk menjual produknya di Malaysia. Menurutnya pameran ini juga untuk membuktikan produk yang dipatenkan di Malaysia seperti batik merupakan buah kreativitas Indonesia. Meskipun diakuinya, pengusaha Indonesia masih belum mengerti pentingnya mempatenkan produk sehingga produk Indonesia banyak yang dipalsukan atau diakui sebagai produk bangsa lain.Dalam kesempatan yang sama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan pelaksanaan pameran ini untuk menunjukkan itikad Indonesia untuk bertetangga baik dengan Malaysia."Dalam pameran ini, pemerintah RI tanggal 11 malam akan menyelenggarakan malam kebudayaan Indonesia di Malaysia. Tujuan dari semuanya untuk menunjukkan ke tetangga terdekat ini bahwa kita ini adalah bangsa yang ingin bertetangga dengan baik," ujar Jero.Pameran yang berlangsung tanggal 10-13 November 2007 ini dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Ketua Kadin Indonesia Komite Malaysia Alim Kalla. Pameran ini membawa 23 pengusaha asal Indonesia.
(ard/ard)











































