Kejaksaan Selidiki Kehadiran Tabung Elpiji China

Kejaksaan Selidiki Kehadiran Tabung Elpiji China

- detikFinance
Senin, 12 Nov 2007 15:47 WIB
Kejaksaan Selidiki Kehadiran Tabung Elpiji China
Jakarta - Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat memeriksa kehadiran ribuan tabung elpiji 3 kg dari China yang kini tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dugaan tindak pidana penyelundupan kini sedang diselidiki oleh Kejagung.Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kemas Yahya Rahman mengecek langsung ribuan tabung-tabung elpiji di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/11/2007). Kemas yang hanya memeriksa tabung-tabung elpiji sekitar 20 menit itu didampingi oleh sejumlah pejabat kejaksaan dan Bea Cukai. Kemas memeriksa langsung tumpukan di kontainer peti kemas Koja. Ia terlihat serius mengambil salah satu sampel tabung dan memeriksa tanggal produksi dan logo yang tertera dalam tabung 3 kg tersebut. Kemas terlihat ingin memastikan produksi tabung pada bulan 9 dengan logo Pertamina. Setelah mendapatkan bukti di lapangan itu, Kemas berjanji akan menyelidiki hingga ke pengadilan sebagai back up dari kerja Bea Cukai. "Tentang masalah-masalah penyelundupan, saya kesini untuk mengecek di lapangan dan memberikan dukungan sepenuhnya kepad Bea Cukai bila ada dugaan penyelundupan akan mem-back up sepenuhnya sampai ke pengadilan," ujarnya usai memeriksa ribuan tabung. Jika memang dugaan tindak pidana itu terbukti, maka kemungkinan si importir akan dijerat dengan pasal penyelundupan."Oh jelas-jelas, Bea Cukai yang akan bekerja, nanti kita membantu penyelidikannya dan kalau ada penyimpangan kita jerat dengan pasal penyelundupan," jawab Kemas saat ditanya apakah sudah menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kasus ini.Ribuan tabung elpiji 3 kg yang diimpor PT Global Pacific Energy hingga kini memang belum jelas nasibnya, meski pemerintah sudah memutuskan untuk memperbolehkan impor guna memenuhi kebutuhan program konversi. Kehadiran tabung-tabung elpiji berwarna hijau itu sebelumnya sempat membuat Pertamina geram karena namanya dicatut oleh GPE. Pertamina berjanji akan menuntut GPE karena namanya dicatut. Hanya saja, jika tabung itu memenuhi kualifikasi, Pertamina bersedia memakai tabung-tabung itu. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads