Produksi Beras Terancam Turun hingga Juli

Produksi Beras Terancam Turun hingga Juli

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2026 13:29 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti  Widya Putri dan Dirut Bulog Ahmad Rizal melakukan pelepasan ekspor Beras Befood Nusantara untul jamaah haji di kawasan Gudang Bulog, Kelapa Gading Kanwil Jakarta Banten,  Kel
Foto: Pradita Utama/ detikFoto
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 21,95 juta ton. Jumlah itu turun sekitar 0,08 juta ton atau setara 0,35% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini mengatakan luas panen padi sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,20 juta hektare.

Angka ini ini mengalami kenaikan seluas 0,001 juta hektar 0,02% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2025. Namun, angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang Mei hingga Juli 2026, seperti serangan hama atau organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan serta waktu pelaksanaan panen oleh petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produksi beras sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 21,95 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,08 juta ton atau 0,35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, produksi padi pada April 2026 sebesar 7,63 juta ton gabah kering giling (GKG). Produksi gabah pada April mengalami penurunan sebesar 16,03% dibandingkan dengan April 2023 yang sebesar 9,09 juta ton GKG.

Sementara untuk produksi padi untuk Mei hingga Juli 2026, diperkirakan sebesar 13,75 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebesar 0,16 juta ton GKG atau 1,14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sejalan dengan gambaran produksi padi, produksi setara beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada April 2026 adalah sebesar 4,40 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 16,00% dibandingkan dengan April 2025 yang sebesar 5,23 juta ton," tambah Pudji.

Adapun sebaran wilayah yang berpotensi panen sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Kemudian Pulau Sumatera, yaitu di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Sementara di Pulau Sulawesi, ada di Sulawesi Selatan. Kemudian Pulau Kalimantan ada di Kalimantan Selatan. Terakhir, di Kepulauan Nusa Tenggara, yaitu di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

"Angka potensi luas panen ini dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangannya nanti, seperti serangan hama, kemudian banjir, kekeringan, waktu realisasi panen petani," jelasnya.

Tonton juga video "Ekspor 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Batal"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads