Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari

Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari

Mega Putra Ratya - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2026 11:05 WIB
Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pertamina terus memperkuat kemandirian masyarakat melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan pemberdayaan ekonomi warga.

Salah satu program unggulan tersebut adalah DEB Uma Palak Lestari yang dibina oleh Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus, dan berlokasi di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali.

Untuk melihat langsung perkembangan program tersebut, Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang bersama Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono melakukan kunjungan ke lokasi pada Sabtu (30/5). Kunjungan itu turut didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta jajaran manajemen Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, para komisaris meninjau berbagai fasilitas program sekaligus melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.

Program DEB Uma Palak Lestari lahir sebagai solusi atas persoalan keterbatasan pasokan air yang selama ini dihadapi petani, terutama saat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut sebelumnya menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Melalui program ini, Pertamina menghadirkan sistem pengairan berbasis energi baru terbarukan yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp. Teknologi tersebut mampu menekan emisi karbon hingga 27,3 ton COβ‚‚eq per tahun sekaligus mengairi lahan pertanian seluas 103 hektare.

Sistem irigasi tersebut juga didukung teknologi pengairan digital serta penggunaan peralatan pertanian elektrik, seperti traktor dan mesin penggiling padi.

Selain itu, Pertamina membangun fasilitas Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, serta memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.

Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Dampak ekonominya pun cukup signifikan, mulai dari penghematan biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun hingga peningkatan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare.

Tak hanya itu, lahan seluas lima hektare juga dikembangkan menjadi kawasan budidaya padi organik varietas Mentik Susu dengan omzet mencapai Rp476 juta per tahun.

Pengembangan tidak berhenti di sektor pertanian. Uma Palak Lestari juga tumbuh menjadi kawasan ekowisata dan eduwisata melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground. Kawasan ini tercatat mampu menarik sekitar 72 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara dan menghasilkan pendapatan masyarakat hingga Rp64 juta per tahun.

Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang menilai program tersebut menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan sektor pertanian, energi mandiri, dan pariwisata berbasis komunitas.

"Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat," ujar Nanik dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Ia berharap model pemberdayaan serupa dapat diterapkan di berbagai wilayah operasional Pertamina lainnya.

"Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya," harap Nanik.

Hal senada disampaikan Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono. Menurutnya, program TJSL harus mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.

"Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan. Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, semoga bisa membuat mereka memiliki rasa untuk semakin menjaga kehadiran Pertamina, sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, mengaku program TJSL Pertamina telah membawa perubahan positif bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar.

"Sejak kehadiran program TJSL Pertamina di tahun 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan, ternyata mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan juga meningkatan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat. Saya ucapkan terimakasih kepada Pertamina," tutupnya.




(ega/akd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads