Pertamina Incar Tabung Elpiji dari India, China, Thailand
Selasa, 13 Nov 2007 11:59 WIB
Gianyar - PT Pertamina (persero) sedang bernegosiasi dengan India, China dan Thailand untuk pengadaan tabung elpiji melalui mekanisme impor. Hasilnya akan ditetapkan dalam dua minggu kedepan. "Minggu ini tim kita melihat ke pabrik-pabrik disana," kata Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya, disela-sela peresmian BioSolar dan BioPertamax di SPBU Gianyar, Bali, Selasa (13/11/2007). Menurutnya, setiap pabrik yang sedang dievaluasi Pertamina mempunyai kaspitas produksi yang berbeda. Ada yang sanggup dengan harga murah, tapi hanya bisa 60.000 sebulan. "Karena kebanyakan sudah terkontrak untuk pihak lain. Tapi masih ada harapan, kita coba sampai Februari." katanya. Impor LPG Selain tabung, Pertamina berencana menambah impor LPG tahun depan sebanyak 500.000-600.000 matrik ton. "Karena ada percepatan, jadi kebutuhan kita bertambah," katanya. Pertamina juga sedang bernegosiasi dengan beberapa produsen untuk memasok kebutuhan tersebut seperti ConocoPhillips, Itochu dan perusahaan Qatar. Selain mencari tambahan LPG dengan impor, Pertamina juga berharap bisa mendapat tambahan LPG dari dalam negeri. "Kita berharap semua produksi LPG dalam negeri yang belum ada kontrak, diberikan ke Pertamina. Makanya kita butuh intervensi BP Migas. Kita sanggup kok beli sesuai harga ekonomis," katanya. Kebutuhan LPG tanpa program konversi tahun depan sekitar 1,1 juta matrik ton LPG. Ditambah untuk program percepatan tambah 1 juta matrik ton lagi. Sementara kemampuan produksi dalam negeri hanya 1,5-1,6 juta matrik ton. Jadi ada 500-600 ribu matrik ton yang harus diimpor.
(lih/qom)











































