Neraca Perdagangan Migas RI Surplus US$ 7,016 Miliar

Neraca Perdagangan Migas RI Surplus US$ 7,016 Miliar

- detikFinance
Selasa, 13 Nov 2007 17:17 WIB
Jakarta - Neraca perdagangan migas Indonesia diperkirakan mengalami surplus US$ 7,016 miliar karena adanya kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional.Ekspor minyak dan gas hingga akhir tahun diperkirakan sebesar US$ 25,155 miliar sedangkan impornya diperkirakan mencapai US$ 18,139 miliar."Pengaruh kenaikan harga minyak positif terhadap neraca perdagangan migas," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2007).Lifting MinyakMengenai lifting minyak, menkeu menambahkan hingga akhir tahun diperkirakan sebesar 910.000 per barel lebih rendah dari perkiraan APBN-P sebesar 950.000 barel per hari. BP migas sudah memprediksi pada bulan Oktober-November diperkirakan mampu mencapai lifting 980.000 barel per hari."Itu pakai kata I, Insya Allah tercapai," seloroh Menkeu.Volume pemakaian BBM trennya mengalami kenaikan khususnya premium pada bulan Oktober. Hal ini menurut menkeu terjadi karena peningkatan penjualan kendaraan bermotor baik itu roda 2 maupun roda hampir 40 persen lebih. Hal ini sekaligus mencerminkan adanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat."Kalau ekonomi bagus menimbulkan masalah lagi, another problem akan muncul dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, waktu turun pada tahun 2006 menkeu yang dimarahin karena penjualan motor turun, sekarang naik jadi macet," ujarnya.Menkeu menuturkan memang setiap kondisi ekonomi yang berubah menimbulkan kondisi yang berbeda pula. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads