Agar Tak Dizalimi Kurs, Anggaran Diplomat Tak Pakai Dolar AS
Selasa, 13 Nov 2007 18:20 WIB
Jakarta -
Penguatan mata uang euro terhadap dolar AS ternyata membebani anggaran diplomat yang bekerja di kedubes RI di luar negeri. Pasalnya, anggaran untuk diplomat RI di luar negeri selama ini menggunakan mata uang dolar.Oleh karena itu sistem anggaran kedubes akan diganti dengan menggunakan mata uang negara masing-masing."Saya akan minta anggaran diplomat berbasis mata regional," ujar Menkeu dalam rapat kerja dengan Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2007).Penguatan euro terhadap dolar, mengakibatkan anggaran kedubes itu terbebani oleh beban kurs. Oleh karena itu lah sistem anggarannya akan disesuaikan dengan mata uang masing-masing."Kita tidak ingin mereka (diplomat) dizalimi oleh kurs," ujar Menkeu.Menurut Menkeu, perubahan mata uang dalam sistem anggaran itu memang menambah pekerjaan baru. "Tapi demi akurasi dan itu akan mulai diterapkan tahun 2007. Jadi jika ada kedubes yang belum menerapkan nanti kita lihat," ujarnya.
(ddn/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































