Produksi Minyak Indonesia Sulit Ditingkatkan

Produksi Minyak Indonesia Sulit Ditingkatkan

- detikFinance
Rabu, 14 Nov 2007 14:48 WIB
Badung, Bali - Produksi minyak di Indonesia tidak bisa ditingkatkan lagi. Produksi minyak saat ini mencapai 900 ribu hingga 1 juta barrel per hari yang jauh dibawah produksi ideal, yaitu 1,3 juta barrel per hari.Hal tersebut disampaikan kata Irjen Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral S. Suryantoro pada jumpa pers di sela-sela acara Konvensi Gabungan antara HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia), IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan IATMI (Ikatan Ahli Tehnik Perminyakan Indonesia) di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (14/11/2007)."Produksi minyak nasional saat ini sulit ditingkatkan, meskipun kita sudah berupaya. Kita tidak akan bisa memenuhinya jika ada permintaan untuk meningkatkan produksi," jelas.Ia menjelaskan, ladang minyak Indonesia yang saat ini berproduksi rata-rata uzur. Ibarat sapi perah, susunya sudah hampir habis. Sedangkan ladang baru, menurut Suryantoro belum seluruhnya beroperasi. "Kita harap produksi minyak ke depan bisa dari situ, tapi memang masih butuh waktu," tambahnya.Sementara itu, Presiden Ikatan Ahli Tehnik Perminyakan Indonesia Kuswo Wahyono menjelaskan bahwa terdapat sekitar 58 ladang minyak yang masih produksi. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen yang bisa berproduksi, sisanya tidak mendapatkan hasil. Meskipun begitu, Suryantoro menambahkan, pemerintah tetap berupaya meningkatkan produksi minyak. Pemerintah bahkan telah membentuk tim peningkatan produksi minyak. "Mereka terus membenahi teknologinya, iklim investasi yang kondusif, serta insentif bagi ladang minyak yang keberadaanya sulit dijangkau," katanya.Memenuhi kebutuhan ekspor dan masyarakat, pemerintah bakal menggenjot pengembang energi altenatif. "Kita juga sedang terus mengembangkan energi alternatif. Kalau bisa dikelola dengan baik bisa jadi solusi terkait turunnya produksi minyak," demikian Suryantoro. (gds/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads