Divisi Xbox milik Microsoft merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran bulan depan. Xbox juga akan memangkas anggaran pemasaran dan pos biaya lainnya.
Dikutip dari Reuters, Kamis (10/6/2026), PHK tersebut akan menjadi restrukturisasi besar pertama di bawah kepemimpinan Asha Sharma, yang mulai menjabat sebagai CEO unit gaming Microsoft pada Februari lalu. Sayangnya, Microsoft belum mau memberikan tanggapan atas kabar tersebut.
Xbox menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Strategi Microsoft yang mengandalkan layanan berlangganan dan cloud gaming gagal mengimbangi penurunan penjualan konsol serta minimnya game unggulan yang mampu menarik banyak pemain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bloomberg yang mengutip email internal kepada karyawan, Sharma mengatakan margin keuntungan Xbox telah turun menjadi hanya 3%. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan menghabiskan lebih dari US$ 20 miliar atau setara Rp 358 triliun (kurs Rp 17.900) untuk konten, platform, dan subsidi perangkat keras.
Sayangnya, pendapatan tahunan justru turun hampir US$ 500 juta atau Rp 8,95 triliun selama periode tersebut. Sharma juga menyebut Xbox perlu membangun kembali infrastruktur platformnya dan meninjau ulang portofolio bisnisnya dalam beberapa minggu dan bulan ke depan.
Skala pasti PHK tersebut masih belum diketahui. Namun, diperkirakan diumumkan tidak lama setelah tahun fiskal Microsoft berakhir pada 30 Juni.
Pada April lalu, Microsoft menurunkan harga layanan Game Pass dan menghentikan kebijakan peluncuran hari pertama (day-one release) untuk judul-judul Call of Duty di platform tersebut. Langkah itu menjadi salah satu perubahan strategi besar pertama di bawah kepemimpinan baru Xbox.
Saksikan Live DetikPagi :











































