Mengenal Desa Patak Banteng di Dieng, Mitra Bakti BCA

Mengenal Desa Patak Banteng di Dieng, Mitra Bakti BCA

Amanda Christabel - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2026 22:20 WIB
Desa Patak Banteng, Dieng Wonosobo
Desa Patak Banteng Wonosobo.Foto: Dok. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Wonosobo -

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA menggandeng Desa Patak Banteng, salah satu desa di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah. Desa Patak Banteng masuk dalam program Bakti BCA.

Desa Patak Banteng juga dipilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program Genera-Z Berbakti 2026. Program ini merupakan call for proposal untuk kelompok mahasiswa dan mahasiswi melakukan pengabdian masyarakat di lokasi desa binaan Bakti BCA.

Sepanjang Juli 2026, salah satu tim mahasiswa yang menjadi pemenang program akan melakukan live in dan mengimplementasikan inovasi sosial demi kemajuan desa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BCA berkomitmen untuk meningkatkan daya tarik wisata dan mengakselerasi perekonomian lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong setiap Desa Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik uniknya. Melalui strategi pendampingan menyeluruh, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan akses pasar, kami ingin memastikan seluruh desa binaan dapat naik kelas menjadi komunitas yang unggul dan berdaya," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, Kamis (11/6/2026).

Di sisi lain, Desa Patak Banteng menyimpan kekayaan budaya yang masih hidup dan dilestarikan masyarakatnya. Salah satu tradisi yang paling menonjol adalah Baritan Terang Bulan, upacara adat yang digelar setiap bulan Suro pada malam ke-10 dalam penanggalan Jawa.

ADVERTISEMENT

Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk keselamatan dan kesejahteraan desa. Desa ini juga merawat Tari Patak Lengger, sebuah tarian tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Potensi alam di desa ini juga memiliki sejumlah komoditas unggulan. Dengan memanfaatkan kesuburan komoditas vulkanik Dieng, para pelaku usaha lokal sukses meramu buah endemik pepaya gunung (carica) menjadi manisan segar yang mendunia.

Selain itu, udara dingin lereng Gunung Prau juga melahirkan kreativitas minuman herbal tradisional yang terbuat dari tanaman purwoceng (Pimpinella pruatjan). Minuman yang tersohor dengan julukan 'Ginseng Jawa' ini berkhasiat penghangat tubuh, meningkatkan vitalitas, serta melancarkan peredaran darah.

Terakhir, Dieng memiliki komoditas unggulan yakni kentang yang diolah menjadi produk camilan. Kentang kuning dari dataran tinggi ini berkadar air rendah dan bertekstur pulen. Berkat kualitasnya yang tidak mudah hancur saat dimasak, kentang ini sangat ideal diolah menjadi keripik, perkedel, kentang mustofa, maupun camilan khas lainnya.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads