RI Gandeng Uni Emirat Arab Genjot Perdagangan-Investasi

RI Gandeng Uni Emirat Arab Genjot Perdagangan-Investasi

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 14 Jun 2026 22:00 WIB
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) triwulan-1 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mampu tumbuh 5,61% secara tahu
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) terus diperkuat khususnya di bidang investasi, ketahanan pangan dan pengembangan infrastruktur. Kerja sama kedua negara tercermin dalam berbagai forum bilateral sebagai bagian dari upaya bersama mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Duta Besar (Dubes) UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri, yang didampingi Chief Strategy Officer (CSO) Louis Dreyfus Company (LDC) Thomas Couteaudier di Jakarta pada Rabu (10/6).

"Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok nasional," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (14/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah. Implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) diharapkan dapat semakin meningkatkan arus perdagangan dan investasi kedua negara.

ADVERTISEMENT

Berkenaan dengan kehadiran dunia usaha asal UEA di Indonesia, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan dan pengembangan kegiatan bisnis perusahaan-perusahaan UEA, termasuk LDC yang telah beroperasi di Indonesia selama 25 tahun.

Dalam konteks yang lebih luas, Dubes Abdulla menyampaikan bahwa Abu Dhabi Export (ADEX) telah menyatakan komitmen investasi dengan fokus utama pada penguatan ketahanan pangan nasional. Komitmen itu mencerminkan kepercayaan strategis UEA terhadap potensi sektor pangan dan agribisnis Indonesia, sekaligus menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Terkait pengembangan infrastruktur, Abu Dhabi Ports (ADP) juga siap untuk mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan kajian kelayakan. Lebih lanjut, kedua pihak menyepakati pentingnya menjaga intensitas komunikasi bilateral guna memastikan berbagai komitmen yang telah dibangun dapat direalisasikan secara efektif.

"Pemerintah Indonesia dan UEA sepakat untuk terus memperkuat sinergi investasi, memfasilitasi kepastian usaha bagi investor strategis, serta mendorong percepatan implementasi proyek-proyek prioritas demi kemakmuran bersama," tutur Airlangga.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads