Laporan dari Rotterdam
Mendag: Kapasitas UKM Menjadi Perhatian Bersama
Jumat, 16 Nov 2007 00:23 WIB
Rotterdam - Belanda merupakan salah satu mitra dagang terpenting Indonesia di kawasan Eropa, namun ada penurunan pertumbuhan perdagangan kedua negara tahun ini. Kapasitas UKM menjadi perhatian. Mendag Mari Elka Pangestu pada Indonesia Business Forum di World Trade Center (WTC) Rotterdam (13/11/2007) menegaskan bahwa Indonesia menginginkan menjadi mitra kesejahteraan bersama Belanda, dengan bersama-sama mengembangkan sinergi perdagangan dan investasi.Langkah lain yang dilakukan adalah menjalin hubungan lebih erat dengan kalangan manufacturing di Belanda, memberdayakan sektor swasta dan membangun pertautan dengan asosiasi di Belanda.Diharapkan juga Belanda membantu pembangunan ekonomi Indonesia, antara lain dengan meningkatkan standar produk Indonesia untuk tujuan ekspor, terutama ke pasar Uni Eropa (UE).Secara terpisah Mari kepada wartawan mengakui bahwa tahun ini pertumbuhan perdagangan Indonesia-Belanda ada penurunan, meskipun secara absolut masih positif. Menurut Mari ini harus dipelajari apa penyebabnya. "Bisa saja ada pengaruh dari kurs, atau memang ada satu dua produk yang ternyata mengalami masalah, atau memang karena ada persaingan yang meningkat dari para pesaing kita. Ini harus dipelajari supaya kita bisa melakukan tindakan tepat," ujar Mari.Beberapa masalah yang menghambat dan dikeluhkan pihak mitra di Belanda adalah soal kecepatan dan ketepatan komunikasi. Misalnya, pengusaha Indonesia tidak cukup responsif dan sigap dalam membalas email. Kadang ditunda-tunda sampai dua pekan. Itupun setelah pihak pengusaha Belanda menelpon dulu, baru email dibalas. Sementara pengusaha Cina rata-rata membalas email dalam dua hari.Namun menurut Mari, hal seperti itu umumnya terjadi pada pengusaha UKM, tidak pada pengusaha atau perusahaan besar. Soal ini telah menjadi perhatian pemerintah dan merupakan salah satu misi kunjungan kerjanya ke Belanda kali ini.
(es/es)











































