Smart Card Tolak Tender Ulang Kartu Prabayar Jasa Marga
Jumat, 16 Nov 2007 11:46 WIB
Jakarta - PT Smart Card Solution menolak tender ulang kartu prabayar atau E-Payment proyek Jasa Marga. Smart Card yang menang bersama Bank Niaga minta hasil tender yang sudah ada dilanjutkan.Smart Card menegaskan hal itu dalam surat terbuka yang dikirimkan ke Menneg BUMN Sofyan Djalil dan tembusan kepada Ketua MPR, Ketua DPR, Presiden dan Wapres, Menteri Sekretaris Kabinet, Menteri PU, Menteri Perhubungan, Menteri Kominfo, Gubernur BI, Kepala BKPM, Ketua KPK, Kepala Bapepam, Dirjen Telematika Depkominfo, Komisaris dan Direksi Jasa Marga, BEJ, Kadin dan Himpi seperti dilaporkan ke BEJ, Jumat (16/11/2007).Dirut PT Smart Card Solutions, Okki Soebagio menolak alasan retender yang digunakan oleh Menneg BUMN. Menurutnya, alasan retender karena masyarakat terbebani oleh biaya pengadaan sistem oleh Jasa Marga tidak benar."Pembayaran yang dilakukan oleh masyarakat di pintu tol adalah sesuai dengan tarif tol yang berlaku. Sebaiknya masyarakat diuntungkan dengan adanya implementasi sistem pembayaran elektronik ini," jelas Okki.Beberapa keuntungan yang didapat masyarakat dengan E-Payment, kata Okki, antara lain: pertama, waktu transaksi dengan menggunakan kartu di pintu tol jauh lebih cepat kurang dari 2 detik, dibanding transaksi minimum 7 detik dengan menggunakan uang pas.Kedua, transaksi dengan menggunakan smart-tag dapat dilakukan dengan sangat cepat dan tanpa berhenti. Ketiga, penanganan uang tunai yang lebih sederhana, tidak perlu menyediakan uang receh.Keempat, transaksi lebih aman dan nyaman, selalu dibayarkan sesuai dengan tarif yang berlaku.Keuntungan lainnya kartu tersebut dapat digunakan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai ditempat lain seperti sarana parkir, cuci mobil otomatis dan pertokoan.Sementara keuntungan yang didapat Jasa Marga adalah mengurangi risiko kebocoran pendapatan uang yang terjadi di pintu tol, cash handling yang lebih sederhana, mengurangi risiko vandalisme di pintu tol yang rawan serta transaksi yang jauh lebih cepat karena mengurangi kemacetan di pinto tol.Mengenai adanya biaya top-up atau isi ulang yang digunakan oleh bank pemenang dalam implementasi sistem E-Payment, Okki menilai itu adalah praktek bisnis yang sangat lazim dan dilakukan hampir semua transaksi pembayaran melalui ATM untuk kartu kredit, listrik, telepon, pulsa isi ulang, dan lainnya.Saat ini Jasa Marga atas permintaan Menneg BUMN akan mempersiapkan tender ulang E-Payment. Dengan begitu kemenangan Smart Card Solutions dan Bank Niaga menjadi batal.
(ir/qom)











































