OPEC dalam pernyataan akhir pertemuan dua hari mulai 17-18 November memastikan tidak akan memberikan komentar soal pelemahan dolar terutama atas euro yang kini sudah menyentuh level terendahnya.
"Perlu saya jelaskan: dolar tidak akan masuk dalam penyataan akhir OPEC," tegas pimpinan OPEC Abdullah al-Badri seperti dikutip dari AFP, Sabtu (17/11/2007).
Dolar AS terus terpuruk posisinya menyusul ekspektasi melemahnya perekonomian AS. Dengan pelemahan dolar, harga-harga komoditas terasa lebih murah sehingga menjadi perburuan investor yang menyebabkan harganya langsung melambung.
Menyambut pertemuan OPEC di Riyadh, harga minyak mentah pada perdagangan Jumat (16/11/2007) di New York kembali melonjak hingga level US$ 95 per barel.
Kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Desember melonjak hingga 1,67 dolar ke level US$ 95,10 per barel. Sementara di London, minyak jenis Brent naik hingga 1,39 dolar ke level US$ 91,62 per barel.
"Geopolitik, hambatan dan ancaman suplai serta vitalitas perekonomian terus menjadi motivator lonjakan harga minyak mentah," tegas John Kilduff, analis dari MF Global. (qom/qom)











































