Para pemimpin OPEC akan membuat sebuah pernyataan mengenai carbon capture atau penangkapan emisi karbon dan penyimpanannya. Para pemimpin 12 negar anggota OPEC akan mendesak penggunaan yang lebih luas dari teknologi penangkap emisi karbon.
Menurut Menteri Energi Aljazair, Chakib Khelil pernyataan tersebut akan disampaikan pada akhir pertemuan OPEC pada Minggu, 18 November besok.
"Poin ketiga (deklarasi) adalah tentang 'energi dan lingkungan': penyimpangan emisi karbon harus dapat mengurangi dampak dari bahan bakar fosil terkait perubahan iklim dan negara-negara berkembang telah memiliki teknologinya," jelas Khelil seperti dikutip dari AFP, Sabtu (17/11/2007).
Teknologi penangkap emisi karbon adalah teknologi yang bertujuan untuk menghilangkan gas-gas berbahaya dari aktivitas industri utama, terutama dari pembangkit listrik. Emisi-emisi berbahaya itu selanjutnya disimpan. Teknologi yang dikembangkan Norwegia ini telah mendapat dukungan dari AS dan industri minyak.
Kabar tersebut disambut gembira, Yvo de Boer, sekretaris eksekutif UN Framework Convention on Climate Change (UNFCC) berharap OPEC menyambut baik ide OPEC tersebut.
"Saya kira perdebatannya adalah membangun keinginan untuk berpartisipasi pada dialog internasional tentang perubahan iklim," ujarnya.
Ia menambahkan, negara-negara anggota OPEC tak hanya menyadari bahwa minyak adalah kontributor utama pada efek rumah kaca. Namun mereka juga memiliki keinginan untuk membicarakan tentang bagaimana minyak dapat diproduksi dan dibawa ke pasar dengan cara yang hijau.
Indonesia yang diwakili oleh Wapres Jusuf Kalla dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro juga akan membawa agenda hijau. Wapres sebelum berangkat sudah menyatakan, ada dua agenda yang akan dibawa Indonesia ke pertemuan OPEC yakni Oil for Education dan Oil for Forest.
(qom/qom)











































