Kajian terbaru dari IMF (International Monetary Fund) untuk perekonomian Eropa menyatakan, pertumbuhan ekonomi Eropa akan melambat menjadi 2,2 persen di 2008 dari 2,7 persen di 2007. Sedangkan untuk negara berkembang di Eropa harus lebih tinggi dari perkiraan 5,7 persem di 2008 yang menurun dibandingkan 2007 yang sebesar 6,3 persen.
IMF dalam kajian yang dirilis Sabtu (17/11/2007) menyatakan, negara-negara Eropa saat ini sudah bersatu dalam hal ekonomi, sehingga dapat lebih kuat dan tahan terhadap krisis.Β Namun, tetap berlanjutnya masalah dalam pasar kredit merupakan kunci menurunnya perekonomian Eropa, meskipun sistem keuangan berjalan dengan baik.
IMF menilai masih ada keraguan akan terjadinya guncangan di sektor keuangan yang akan berpengaruh kepada penurunan kinerja ekonomi khususnya karena meningkatnya harga minyak yang di luar dugaan.
Permasalahan yang terjadi pada pasar kredit akibat krisis subprime mortgage menyulitkan pembuat kebijakan di Eropa untuk terus menjaga pertumbuhan tanpa memanaskan situasi ekonomi.
Krisis yang terjadi di AS juga memperlihatkan kebutuhan reformasi di sektor keuangan. Pasalnya, kerugian dialami oleh beberapa institusi keuang di Eropa karena krisis tersebut telah menyebabkan tersendatnya pertumbuhan sektor keuangan. Karena itu para pengawas keuangan Eropa harus bekerja lebih baik lagi ke depan dalam mengawasi produk-produk keuangan yang ada.
Dengan melihat guncangan perekonomian yang terjadi saat ini, Eropa dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan pertumbuhan yang kuat melalui penguatan kebijakan fiskal yang berbasis pada besaran belanja pemerintah yang terus berkelanjutan. (dnl/qom)











































