"Dolar AS anjlok, semua pimpinan negara marah karena nilai tukar dolar AS itu. Nilai cadangan (finansial) mereka anjlok," tegas Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam konferensi pers seperti dikutip dari AFP, Senin (19/11/2007).
"Semua pemimpin yang mengambil bagian dalam pertemuan disini berkeinginan untuk mengubah harga minyak dengan mata uang lain selain dolar.," tambahnya.
Para pemimpin dunia, lanjut Ahmadinejad, akan segera memerintahkan menteri keuangannya masing-masing untuk membicarakan masalah ini untuk kemudian didiskusikan bersama lagi.
Ia menambahkan, Iran telah mengajukan usulan agar OPEC memiliki sendiri mata uangnya yang kuat yang akan mengakomodir seluruh kepentingan negara-negara di dunia, termasuk non-OPEC.
Iran yang merupakan negara penghasil minyak terbesar kedua di dunia sudah bergerak lebih maju dengan menolak seluruh pembayaran minyak dengan dolar. Iran meminta kepada para konsumen agar membayar minyaknya dengan mata uangnya, Real.
Negara-negara penghasil minyak memang kini sedang pusing kepala karena pelemahan dolar AS mengurangi pendapatannya.
Sayangnya, dalam pernyataan akhir usai pertemuan dua hari, OPEC sama sekali tak menyebut secara tegas soal pelemahan dolar AS. OPEC hanya menyatakan bahwa mereka akan mempelajari cara untuk meningkatkan kerjasama finansial antara negara-negara anggota OPEC, termasuk usulan yang diberikan sejumlah negara, tanpa memberi detail.
"Sangat menggembirakan bahwa para menteri keuangan akan mempelajari hal itu lebih dalam dan mendapatkan konsensus," ujar menteri perminyakan Gholam Hossein Nozari. (qom/ir)











































