Kepala Perwakilan IMF untuk Indonesia Stephen Schwartz mengatakan risiko yang akan timbul nanti terhadap perekonomian khususnya di Indonesia adalah berhubungan dengan perlambatan ekonomi dunia dan permintaan domestik di AS dan Eropa.
"Pertumbuhan ekonomi di Asia sangat tergantung sekali kepada pertumbuhan ekspor, karena itu Asia termasuk di Indonesia tidak kebal terhadap perlambatan ekonomi dunia," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil kajian dari IMF pada Oktober 2007 mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan menurun sebesar 0,5 persen di 2008, hal ini dikarenakan keguncangan pada pasar keuangan di dunia saat ini.
"Potensi kerugian dari dampak krisis (subprime mortgage) ini tidak bisa diremehkan, situasi pasar kredit pun juga tidak bisa berjalan normal kembali dalam waktu yang singkat," jelasnya.
Untuk Indonesia sendiri, Schwartz mengatakan bahwa di 2008 perkiraan pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai 6,1 persen atau turun dari perkiraan pertumbuhan ekonomi 2007 yang sebesar 6,2 persen.
"Salah satu faktor untuk menjaga perekonomian Indonesia dari pengaruh gejolak eksternal adalah pentingnya untuk membuat Forum Stabilitas Sektor Keuangan yang saat ini sedang dicanangkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia," ujarnya.
(dnl/ddn)











































