Prabowo Sindir Pihak Tak Setuju MBG: Perut Lapar Tak Segera Diisi, Dia Mati!

Prabowo Sindir Pihak Tak Setuju MBG: Perut Lapar Tak Segera Diisi, Dia Mati!

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 24 Jun 2026 12:41 WIB
Presiden Prabowo di acara penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Presiden Prabowo / Foto: Laily Rachev-Biro Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo. Ada momen menarik yang mencuri perhatiannya saat sedang berpidato yakni anak-anak memegang spanduk bertuliskan 'Indonesia Sehat Bersama MBG'.

Melihat itu, Prabowo langsung mengalihkan pidatonya dan menyebut bahwa ada yang tidak setuju dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia minta pihak-pihak yang tidak setuju datang ke Gorontalo dan bertanya langsung kepada anak-anak, petani hingga nelayan tentang program tersebut.

"Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya itu petani, nelayan, MBG perlu atau tidak?" kata Prabowo dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?" lanjut Prabowo yang kemudian dijawab 'perlu' dengan sorak.

Prabowo menyebut ada pandangan dari orang pintar yang mengatakan bahwa ada hal lebih genting daripada sekadar mengisi perut lapar. Tidak demikian menurutnya, karena perut lapar yang tidak segera diisi bisa membuat orang meninggal.

ADVERTISEMENT

"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau nggak segera diisi, ya dia mati!" ucap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti ramalan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebut tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Di sisi lain, Indonesia diklaim sudah membantu negara-negara yang kekurangan pasokan pangan.

"PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi 500 juta, 700 juta FAO memberi warning," ucap Prabowo.

"Saudara-saudara, alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain, saudara-saudara sekalian," tambahnya.

Simak juga Video 'Cak Imin Sambut Prioritas MBG Busui, Bumil dan Balita: Tapi SD-SMP Dapat':

(aid/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads