Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di sela rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2007).
"Kalau kita lihat November dibandingkan dua bulan sebelumnya kan lebih rendah karena faktor musiman hilang, seperti lebaran dan sebagainya. November biasanya year on year menurun, karena tahun lalu inflasi November tinggi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara fiskal Menkeu mengatakan, dampak terhadap APBN netral meskipun subsidi naik, penerimaan migas juga tinggi. Dari hal-hal tersebut harusnya kecenderungannya nilai tukar menguat," ujarnya.
(ddn/ir)











































