Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan perwakilan perusahaan investasi global asal Amerika Serikat (AS), BlackRock menemui dirinya pekan lalu. Kedua belah pihak membahas perkembangan ekonomi Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Luhut meminta BlackRock tidak terlalu pesimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia. Ia menilai transformasi digital pemerintahan berbasis kecerdasan buatan (AI) akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di Tanah Air.
"Minggu lalu ada representatif dari BlackRock datang ke kantor saya. Saya makan siang di kantor sama dia. Saya jelaskan sama dia dengan saya bilang, Anda jangan terlalu pesimis lihat Indonesia, dengan government technology (GovTech) ini kami banyak bisa selesaikan masalah," kata Luhut dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GovTech
Menurut Luhut, perwakilan BlackRock sempat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program tersebut. Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui dan akan meninjau salah satu proyek percontohan GovTech.
Proyek yang dimaksud terkait sistem perlindungan sosial (perlinsos) digital berbasis AI. Sistem tersebut ditargetkan meluncur secara nasional pada Oktober-November 2026.
"Dia bilang 'apakah Anda serius?' Saya bilang serius, presidennya juga sudah setuju. Presiden nanti bulan depan tanggal 6, 7, 8, 9 Juli antara itu akan meninjau piloting di beberapa tempat, sehingga nanti kita akan roll out pada bulan Oktober-November tahun ini," tuturnya.
Investasi di RI
Luhut juga menyampaikan bahwa saat ini merupakan momentum terbaik untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia meyakini fundamental ekonomi nasional tetap kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan.
"Saya bilang ke BlackRock, ini adalah peluang emas untuk berinvestasi di Indonesia. Indonesia tidak akan pernah runtuh. Indonesia adalah negara besar, kita punya banyak orang pintar dan banyak orang baik. Mungkin ada beberapa persoalan di sana-sini, tetapi semuanya bisa kita selesaikan," sebut Luhut.
Penerapan GovTech berbasis AI akan mengurangi kontak langsung dalam pelayanan publik dan mempercepat proses deregulasi. AI mampu membaca dan mengharmonisasi berbagai data secara bersamaan sehingga dapat meningkatkan transparansi dan memperkuat penegakan aturan.
"Ternyata berbasis AI saya kira hampir tidak ada yang bisa lari dari sini, karena AI ini akan membaca, mengharmonisasi semua, dan saya kira pada satu ketika hukum pun akan bisa nanti AI membaca, sehingga kita lebih bagus," tutup Luhut.
Simak juga Video: Respons Luhut soal Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh, tapi Kemiskinan Naik











































