AS. Karena saat ini, hampir semua indikator ekonomi Indonesia dalam bentuk mata uang
Paman Sam tersebut.
Pengamat perminyakan LP3ES Pri Agung H menjelaskan, terlalu banyak infrastruktur
ekonomi seperti cadangan devisa dan asumsi APBN yang memakai dolar AS. Sehingga
butuh waktu bagi Indonesia untuk melakukan penyesuaian.
"Indonesia sudah lama menerapkan dalam dolar AS. Jadi saya kira belum siap
infrastrukturnya kalau mau diubah ke Euro misalnya," katanya ketika dihubungi
detikfinance, Selasa (20/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melihat usulan pengubahan mata uang transaksi minyak dunia ini sarat muatan politis. Terlihat dari betapa keukeuh-nya Arab Saudi sebagai rekan terdekat AS mempertahankan penggunaan dolar AS.
Sementara Iran dan Venezuela sebagai musuh bebuyutan AS menentang penggunaan dolar AS. Terlebih lagi dengan penyusutan nilai dolar AS belakangan ini.
"Ini lebih pada persaingan politis karena ada yang tidak suka AS. Ada pihak-pihak
yang berseberangan dengan dominasi AS," katanya. (lih/ir)










































