Produsen mobil terbesar di Jerman, Volkswagen atau lebih dikenal dengan VW, berencana untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 100.000 karyawannya atau setara 15% dari total tenaga kerja yang dimiliki secara global.
Rencananya pemangkasan karyawan ini dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Sebab menurut laporan di sebuah majalah bisnis Jerman, Manager Magazin, PHK massal itu akan dilakukan bersamaan dengan rencana penutupan empat pabrik di Jerman dan pengurangan investasi sebesar 15% selama lima tahun ke depan.
Laporan tersebut juga mengatakan bahwa Volkswagen selaku salah satu perusahaan dengan jumlah karyawan terbesar di negara itu berencana untuk memisahkan merek utama mobil mereka, Volkswagen, dengan bisnis suku cadang mobilnya menjadi entitas terpisah. Di luar itu, produsen otomotif ternama di Negeri Panzer ini juga memiliki beberapa merek kendaraan ternama lain termasuk Audi dan Porsche.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang seorang juru bicara Volkswagen menolak untuk berkomentar terkait rencana PHK massal ini. Sebab menurutnya rencana pemangkasan karyawan itu merupakan bagian dari dokumen internal yang bersifat rahasia.
"Hal-hal mendasar akan dibahas dan disetujui di komite masing-masing. Kami tidak akan mendahului proses ini," kata juru bicara Volkswagen dikutip dari CNN, Sabtu (27/6/2026).
Sebagai informasi, VW mempekerjakan hampir 660.000 karyawan di seluruh dunia. Sebelumnya perusahaan otomotif ternama Eropa ini telah mengumumkan rencana mereka untuk memangkas 50.000 pekerjaan di Jerman pada 2030.
Perusahaan ini juga memiliki satu pabrik perakitan di Amerika Serikat (AS), yang berlokasi di Chattanooga, Tennessee, dengan lebih dari 4.000 pekerja. Seperti banyak produsen mobil Eropa lainnya, perusahaan ini tertekan oleh tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS) serta berjuang untuk melawan kebangkitan produsen kendaraan listrik China, termasuk BYD.
(igo/ara)









































