Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai diskusi di Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (20/11/2007).
"Tadinya dipegang Elnusa. Tapi Iran bilang, saya mau masuk kalau ada Pertamina. Akhirnya Pertamina masuk dengan catatan harga crude (minyak mentah) jelas. Karena itu heavy crude," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pembangunan kilang di Banten itu masih terganjal pasokan minyak yang belum memadai. Pasokan minyak yang tersedia untuk kilang itu baru 150 ribu barel per hari.
Kekurangan pasokan minyak juga masih belum jelas akan diambil dari mana. Sementara Pertamina baru ikut masuk dalam proyek itu jika pasokan minyak mentah sudah jelas.
Purnomo juga menjelaskan, kejelasan pembangunan kilang inilah yang nantinya akan dibahas Presiden SBY dalam kunjungannya ke Iran awal tahun depan. Selain masalah kilang, rencananya SBY juga akan membicarakan kerjasama pembangunan pabrik pupuk dengan Iran. (lih/ard)











































