Bapanas Guyur Stok Beras SPHP ke Pasar

Bapanas Guyur Stok Beras SPHP ke Pasar

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2026 13:30 WIB
Warga berbelanja beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam acara pangan murah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi distribusi beras SPHP mencapai 239,5 ribu ton hingga pekan ket
Beras SPHP/Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memutuskan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diprioritaskan di pasar rakyat sebagai titik distribusi utama. Pasar rakyat menjadi barometer pergerakan harga beras di berbagai daerah agar tetap berada pada jalur harga acuan yang ditetapkan.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, mengatakan penyaluran beras SPHP sebenarnya dapat dilakukan melalui delapan saluran distribusi. Namun, pasar rakyat menjadi prioritas karena menjadi barometer perkembangan harga beras di masyarakat.

"Ada 8 outlet sebenarnya terkait dengan penyaluran SPHP, tapi memang ini sepertinya masih mayoritas di GPM. Jadi bukan tidak diperbolehkan di GPM, tapi maksud kami prioritas ke pasar-pasar rakyat. Nah ini barometer pemantauan harga teman-teman BPS tentu di sana," ujar Maino dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Maino memerintahkan pemerintah daerah (Pemda) untuk memaksimalkan penyaluran beras SPHK ke pasar-pasar. Pemfokusan penyaluran di pasar rakyat diproyeksikan membuat beras SPHP semakin mudah diakses masyarakat sekaligus menjaga pergerakan harga tetap sesuai acuan. Sebagai titik transaksi utama masyarakat, pasar rakyat memiliki peran penting dalam efektivitas intervensi harga.

ADVERTISEMENT

Dari Maret hingga 27 Juni 2026, realisasi penyaluran beras SPHP terpantau telah mencapai 392 ribu ton atau 47,56% dari target nasional sebesar 828 ribu ton tahun ini.

Menurut Maino, realisasi tersebut masih berada pada jalur yang sesuai dengan target. Fokus berikutnya adalah memperkuat distribusi di lokasi yang memberikan dampak paling besar terhadap stabilitas harga beras.

"Secara terata, (realisasi lebih) 45% cukup sesuai target, tapi memang ada skala-skala prioritas termasuk mungkin tempat penyalurannya agar harga beras ini, inflasi beras ini juga lebih terkendalikan," jelasnya.

Simak juga Video 'Ekspor 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Batal':

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads