Demikian disampaikan Dirjen Industri Agro dan Kimia Benny Wahyudi disela-sela dengar pendapat publik (public hearing) KPPU mengenai industri minyak kelapa sawit dan minyak goreng di Indonesia, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (21/11/2007).
"Sampai saat ini belum ada pertemuan mengenai kenaikan harga BBM itu setiap 2 minggu. Yang jelas industri yang masih menggunakan BBM atau yang volumenya berat seperti semen, biaya transportasi dan distribusinya akan terkena dampak," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka berpikir karena fluktuasi yang sangat cepat membuat penyesuaian harga yang lebih cepat. Namun dari segi industri berharap dengan lebih lama menjadi ada kepastian. Satu bulan saja terus naik apalagi dua minggu, ini menyulitkan pembuatan biaya produksi ditengah-tengah produksi sedang berjalan biaya energinya naik," pungkasnya.
(ard/qom)











































