Amerika Serikat (AS) dan Iran menggelar pembicaraan tidak langsung pada Rabu (1/7) di Doha. Keduanya berfokus pada isu-isu yang menurut mereka telah diselesaikan ketika kesepakatan sementara diumumkan dua minggu lalu.
Sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan para negosiator dari kedua negara menghabiskan dua hari di Doha untuk membahas lalu lintas maritim di Selat Hormuz dan pencairan dana Iran. Dua hal itu menjadi isu penting dalam kesepakatan awal.
"Diskusi di Doha menghasilkan kemajuan positif pada isu-isu terkait memorandum yang menghentikan perang pada Juni dan membangun hasil dari KTT di Swiss," kata Juru Bicara kementerian dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari Reuters, Kamis (2/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Trump Perintahkan SPBU Turunkan Harga BBM! |
Di Washington, Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua pihak sedang membuat kemajuan pada kemungkinan pembatasan program nuklir Iran. Hal itu sebagai alasan utama ia melancarkan perang bersama Israel sejak Februari 2026.
"Denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita akan lihat," katanya kepada wartawan.
Di sisi lain, sumber-sumber tersebut mengatakan program nuklir tidak dibahas dalam pembicaraan yang bersifat teknis. Wakil Presiden AS, JD Vance mengatakan masalah itu akan dibahas kemudian.
"Jelas, kami khawatir tentang masalah nuklir. Kami akan mulai membicarakannya," katanya kepada wartawan.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan para negosiator AS dan Iran mengadakan pertemuan terpisah dengan mediator Qatar dan Pakistan.
Menantu Trump, Jared Kushner dan utusan utama AS, Steve Witkoff yang dikirim ke wilayah tersebut tidak menghadiri sesi tersebut.
Pemimpin delegasi Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengatakan pembicaraan telah selesai. Kedua pihak tidak mengatakan apakah mereka berhasil menjembatani perbedaan mereka.
Simak juga Video 'Trump Klaim Perundingan Nuklir dengan Iran Berjalan Baik':
(acd/acd)










































