Menurut Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan, langkah itu yang paling memungkinkan dari dua pilihan lainnya.
"Menurut kita swap dari PKT yang paling bagus," katanya disela-sela Pertamina Press Award di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu malam (21/11/2007).
PIM merasa pasokan gasnya untuk 2008 kian tidak jelas, menyusul kenyataan bahwa pembeli LNG di Jepang tidak bersedia menurunkan volume LNG yang diimpornya dari Indonesia. Meski Indonesia bermaksud menggantinya lagi setelah 2010.
Iin, menjelaskan dua pilihan lainnya yang telah dikaji, yaitu tetap mengalihkan sebagian jatah ekspor LNG ke Jepang. Tetapi menambal kekurangan itu dengan mencari dari pasar spot.
"Tapi kalau begitu, bisa ada perubahan harga antara harga dari kita dan pasar spot itu. Itu harus ditanggung siap?" katanya.
Ketiga, ekspor ke Jepang benar-benar distop sama sekali dan mengalihkan semuanya ke dalam negeri.
"Tapi pembeli bisa marah dan pendapatan untuk daerah (Aceh) bisa berkurang. Tapi terserah pemerintah saja. Pemerintah suruh apa, Pertamina lakukan," lanjutnya.
Perpanjangan swap dari PKT juga dibenarkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. "Memang itu pilihan pertamanya," katanya.
Ia menjelaskan, mekanisme swap dari PKT dilakukan dengan menghentikan satu pabrik PKT. Lalu gasnya dialihkan ke PIM, ditambah gas dari Arun.
Namun Purnomo bersikeras bahwa negosiasi dengan pembeli di Jepang belum final mengenai pengalihan ekspor untuk PIM.
(lih/qom)











































