Pada perdagangan Kamis (22/11/2007) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet naik 3 sen ke level US$ 97,32 dolar.
Kemarin, harga minyak jenis light sweet di perdagangan New York ditutup turun 74 sen ke level US$ 97,29 per barel, setelah pada perdagangan di Asia sempat melonjak hingga US$ 99,29 per barel.
Investor kini istirahat sejenak menyambut hari Thanksgiving, sehingga harga minyak diprediksi belum akan menembus level psikologis US$ 100 per barel.
"Harga minyak sudah melonjak melebihi US$ 99 per barel karena berlanjutnya kekhawatiran ketatnya suplai," ujar analis dari Sucden, Nimit Khamar seperti dikutip dari AFP.
Departemen Energi AS melaporkanm cadangan minyak AS anjlok hingga 1,1 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 16 November. Analis semula hanya memperkirakan cadangan negara konsumen minyak terbesar itu turun 750 ribu barel.
Melonjaknya harga minyak mentah dunia kemarin juga dipicu oleh melorotnya dolar AS hingga level terendahnya atas euro. Harga-harga produk komoditas pun ikut melonjak.
(qom/qom)











































